Text
Rindu dendam
Kumpulan sajak/puisi ini merupakan curahan perasaan rindu dendam penyair kepada yang satu, yang menguasai alam semesta dan hidupnya sendiri dalam bentuk pujian-pujian terhadap keindahan-keindahan alam. Rindu dendam yang penuh kerelaan dan rasa syukur, serta kesadaran menghanyutkan diri dalam irama alam yang baginya amat damai dan tentram. Dilihatnya pagi-pagi matahari naik, seolah-olah ada perintah yang mesti dipatuhi oleh sang surya. Dilihatnya pula pada sore hari matahari terbenam, seolah-olah seorang puteri melambai sang raja siang itu di sebelah barat. Kembang-kembang mengelopa, berate indah. Burung-burung berterbangan angina sepoi menghembus. Semua kelarasan alam itu menyebabkan bangkitnya perasaan rindu dendam dalam dada penyair.
Tidak tersedia versi lain